In experience

Sepenggal Tips Mencari Jati Diri

 

Halo! Kali ini aku mau coba share pengalamanku aja sih. Gimana rasanya cari jati diri (yang mungkin sampai sekarang pun aku masih mencari). Iya maksudnya, mencari jati diri dalam hal berkarir, aku sering banget bertanya sama diriku sendiri "Sebenernya itu aku cocok jadi apa sih?" "Aku cocok enggak sih kalau jadi A atau B sampai Z?". Jujur, pertanyaan - pertanyaan itu tuh sering terngiang - ngiang di dalam diri aku sampai - sampai buat overthinking enggak bisa tidur. Duh, jangan diikutin yaa

Nah FYI aja nih, aku lulus dengan gelar sarjana manajemen. Nah untuk penjurusannya pemasaran, tapi kurikulum yang waktu itu aku pelajari itu bisa dibilang masih jadul gitu. Aku bahkan enggak tahu tuh ada yang namanya copywriter atau content writer. Pun aku belajar khusus pemasarannya cuman 1-2 semester jadi enggak mendalam gitu.


Pertama kali kerja

Setelah lulus, munculan krisis kepercayaan diri. Mau coba HR enggak begitu paham ilmu SDM, mau coba keuangan apalagi aku enggak suka hitungan. Akhirnya, aku coba buat kerja di bagian pemasaran atau marketing di salahsatu perusahaan cemilan di Bandung.


Di sana, aku ngerjain cukup banyak kerjaan khususnya di ranah atau bidang sales & marketing. Dari mulai buat startegi penjualan, ngumpulin data konsumen, Buat deskripsi produk, jadi customer service, ngurus endorsement, rekap data penjualan, ngurus sponsorship, buat artikel, buat konsep copy banner marketplace, merchandise sampai develop tampilan website. 


Mantap enggak tuh? Jadi marketing of everything. Tapi walaupun begitu, jujur aku banyak banget dapat insight, dan dari situ pula aku jadi kenal sama yang namanya copywriting.


Nah setelah aku coba tuh jadi sales & marketing yang pastinya goalsnya berkaitan sama tahu lah ya. Iya, omzet. Hmm, terdengar klise tapi menurutku itu cukup menengangkan. Akhirnya, setelah aku kerja selama 9 bulan di sana, aku mutusin untuk resign. FYI lagi nih, awalnya aku keterima kerja diperusahaan IT tapi karena satu dan lain hal aku enggak jadi ambil kesempatan itu.


Fase Ke-dua Menjadi Jobseeker

Kalau kalian tanya "Posisi atau hal apa yang paling kamu enggak suka selama ini?" Aku bakal jawab, "Ketika aku menjadi jobseeker yang kedua kalinya.". Iya, karena kalian tahu lah ya, betapa sulitnya bisa dapat pekerjaan sekarang ini di negeri tercinta* ini. Belum lagi perasaan jadi beban keluarga yang selalu muncul, atau juga pertanyaan - pertanyaan pas lagi main ke rumah saudara. Duhh, berasa ingin jawab "Emangnya kalau aku jobless kamu mau bantu apa?" :)


Mencari jati diri

Setelah aku berpusing dan overthinking ria buat cari tahu aku tuh sebenernya mau jati apa? Mulailah aku coba - coba ikut kelas - kelas online. Bermodalkan hasil uang sisa gaji terakhir, aku coba aja buat bayar kelas - kelas. Nah kelas pertama aku itu kelas Content Marketing dari Halolearn.


Di sana aku jadi tahu tuh, ternyata marketing itu luas ya. Bahkan ada content writer dan copywriter yang aku dulu kira sama aja. Pokoknya kalian wajib coba ikut deh kelasnya, diakhir juga ada final project gitu dan dapet feedback langsung dari mentornya. Kalau Kak Della baca ini, aku mau ucapin makasih banyak buat mentor pertamaku Kak Della!


Next, aku juga ikut kelas copywriting dari Kak Siauw Andreas cukup terjangkau tapi isinya the best sih dikasih template juga buat riset, dapet POV dan lain - lain. Nah karena ingin ikutan kelas dari skill academy tapi ku mikir beratus - ratus kali. Akhirnya ku coba buat ikutan prakerja lumayan kan bisa dapet kelas gratis + dapet insentif pula. Dan allhamdulilahnya, aku dapet dong! Mulailah ku ikutan kelas skill academy.


Nah nyambi ikutan kelas - kelas, aku juga coba praktekin apa yang udah dipelajari sambil coba nih upload artikel - artikel di Kreativv.id. Kalian bisa baca yaa kalau lagi santai di sini


Selain itu, aku juga coba - coba nih buat ikutan magang entah itu jadi copywriter atau content writer. Sama ku juga ikut volunteer lumayan setidaknya jadi ada kerjaan kan enggak cuman diem atau main engga jelas aja hehe


Kesempatan Ke-dua

Setelah 6 bulan menjadi jobseeker enggak tahu arah, aral dan pasrah. Akhirnya aku diterima kerja jadi content writer di salah satu perusahaan IT. Senengnya bukan main, kaya ini tuh jawaban dari setiap do'a - do'aku,


Intinya, kalau kalian lagi ada diposisi dimana kalian bingung sebenernya jati diri kalian itu dimana, coba deh jangan pernah berhenti buat bergerak, terus aja coba belajar apa yang belum pernah kamu coba. Siapa tahu emang passionmu disitu dan rezeki kamu pun di situ kan?


Nah buat kalian nih, yang lagi bingung dan sekedar ingin tahu apa sih copywriting itu? Emang copywriter itu ngapain aja? Cara buat copy itu gimana? Aku udah buat nih beberapa rangkuman materi copywriting yang aku dapet selama belajar di kelas - kelas tadi. Mungkin enggak banyak sih tapi lumayan lah ya. Mungkin ada beberapa ilmu yang engga kamu dapetin di google.


Tapi nih, aku mau share satu materi setiap minggu yaa. Supaya kalian bisa nyerap materinya pelan - pelan nih. Aku bakalan share materinya di sini, di blogku setiap weekend (sabtu atau minggu). Jadi, kalian pantengin terus aja nih Instagramku atau langsung cek di sini.


Untuk materi copywriting bisa di cek di sini yaa:


- Materi copywriting minggu ke-1

- Materi copywriting minggu ke-2

- Materi copywriting minggu ke-3

- Materi copywriting minggu ke-4

- Video Copywring & Content Writing










Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In tips

Pentingkah Personal Branding di Sosial Media? Simak 5 Tipsnya!


Di era yang serba digital ini, pasti kalian udah ga asing lagi sama yang namanya sosial media. Twitter, Facebook, Instagram dan bahkan LinkedIn jadi salah satunya dan tentunya punya kegunaannya masing - masing.

Akibat dari perkembangan zaman yang berubah begitu cepat, kita mau ga mau harus mengikuti tren yang ada. Yang awalnya kita berinteraksi dilakukan secara langsung dan cenderung hanya berada di satu lingkungan aja. Sekarang, kita bisa berinteraksi dengan jangkauan yang lebih luas dengan sosial media.


Bahkan, berdasarkan data dari statistica, di bulan Januari tahun 2020 ada 1 Miliar pengguna baru Instagram. Wah banyak banget kan? Dengan munculnya sosial media, tentunya punya banyak dampak positifnya lho! Salah satu dampak positif dari penggunaan sosial media adalah untuk membangun sebuah personal branding.


Jadi apa sih itu personal branding? Menurut Jeff Bezos, “Personal branding adalah apa yang dikatakan orang tentang kamu, ketika kamu tidak berada di ruangan tersebut”.


Singkatnya, Personal Branding itu suatu cara kita memasarkan diri kita baik di sosial media ataupun dalam kehidupan nyata.


(Ingin Feed Aesthetics? Cobain Preset Filters Ini!)


Sosial media bisa jadi salah satu sarana untuk membangun personal branding kita lho! Ketika kamu melamar pekerjaan, selain Curriculum Vitae (CV) dan portofolio, ternyata personal branding yang kamu tunjukan di media sosial bisa juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan khususnya oleh HR.


Terus gimana cara kita membangun personal branding di sosial media? Kalian beruntung banget, karena aku udah rangkum beberapa tipsnya. Yuk disimak!


1.Aware terhadap Passion dan Goals Kamu




Yup! Langkah pertama ini bakal menjadi suatu tombak awal buat kalian yang lagi atau mau membangun personal branding di sosial media. Coba deh kalian tanya ke diri kalian sebenernya “Apa sih passion, goals dalam hidup kalian? Atau Apa sih hal yang mau kalian tunjukin ke orang - orang secara konsisten?”.


Nah dari situ nantinya bakan menuntun kalian untuk menciptakan personal branding sesuai dengan pribadi kalian.


2. Saatnya Berbenah di Sosial Media



Nah setelah kalian mencoba merenungkan dengan pertanyaan - pertanyaan tadi. Saatnya kalian coba buat berbenah sosial media. Bisa memulai merapikan tampilan sosial media, seperti feed kalian, membuat caption dengan penulisan yang sesuai dan sopan, menggunakan foto profil yang sesuai, dan coba menelusuri jejak digital kita.


3. Pilih Media yang Tepat




Setelah coba membenahi sosial media yang kalian punya. Coba deh filter lagi, sebenarnya jenis sosial media yang tepat dengan goals atau tujuan kamu itu apa. Apakah blog, instagram, facebook atau Linkedln?


Kalau misalnya kalian suka menulis dan ingin bangun personal branding sekaligus menambah portfolio, kalian bisa coba membuat blog. Tapi kalau kalian suka akan hal visual mungkin bisa menuangkannya ke dalam instagram. Nah jadi penggunaan dan macam dari sosial media itu beda - beda ya guys!


4.Menunjukkan Bakat dan Kemampuanmu



Sekarang setelah kalian memilah mau membahas apa dan melalui platform sosial media apa. Saatnya kalian menunjukkan bakat dan kemampuan kalian dengan mulai menulis atau memposting. Pastikan menggunakan setiap sosial media sesuai dengan porsinya masing-masing ya.


5. Konsisten dan Berusaha untuk Berkembang



Nah di poin terakhir ini, kita diajarkan untuk terus tekun dan sabar dalam membangun personal branding di sosial media juga jangan lupa untuk selalu berusaha terus berkembang, karena tentunya perubahan akan terus terjadi.


Nah itu dia tips - tips membangun personal branding melalui sosial media. Mungkin juga jadi berbagai alasan, kenapa sosial media penting dan bisa merepresentasikan diri si penggunanya. Makanya yuk kita mulai menggunakan sosial dengan bijak. Karena disisi sosial media bisa memberikan impact positif, tentunya sosial media pun punya sisi atau dampak negatif yang kembali lagi kepada kita sebagai penggunanya, apakah bisa menggunakan sosial media dengan bijak atau sebaliknya.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In photography

Ingin Feed Instagram Kamu Aesthetics? Yuk Intip Tipsnya!

Ngerasa ga sih kenapa banyak orang yang ingin punya feed Instagram yang rapi dan aesthetic, ingin punya followers yang banyak, terlihat produktif di sosial media, buat dan share quotes yang membangun?

Yup! Dilain sisi manusia emang makhluk tereksis dan pda dasarnya ingin diperhatikan oleh sesamanya. Ternyata sosial media sekarang ini menunjang banget lho buat bangun personal branding kamu!

Personal branding bisa membuat kita terlihat lebih kredibel dan memudahkan kita buat membangun koneksi lho! Salah satu tips yang bakalan aku bahas kali ini adalah gimana sih buat feed Instagram kita terlihat lebih aesthetic?

Feeds di Instagram. Mungkin bakalan jadi landing page atau halaman pertama yang bakalan dilihat sama koneksi kita. Nah makanya, gaada salahnya kita mulai nyicil - nyicil buat rapihin feeds kita.

Aku udah rangkum nih sedikit tips - tips gimana biar Instagram feed kita makin aesthetic.


1. Tentukan Konten Apa yang Bakal Kamu Post



Sosial media tanpa konten berasa kaya bumi tanpa kehidupan hehe. Iya, makanya sebelum kamu main asal posting aja. Akan lebih baik kalau coba kita rencanain mau posting konten apa? Apa aja sih topik - topik atau vibes yang bakalan kamu sajikan ke audience kamu.

2. Rencanakan Layout Sebelum Posting



Nah ini nih banyak orang yang sering sepelein. Banyak dari kalian, yang misalnya suka sama satu foto terus upload atau posting aja tanpa memproyeksikan dulu apakah foto itu udah fit dengan foto yang udah kita posting atau belum? Coba deh download aplikasi kaya Unum, terus coba kalian cek apakah foto yang bakalan kalian posting udah fit dari segi warna, tone, vibes dengan postingan yang sebelumnya.

3. Filter Menggambarkan Persona Diri Kamu Lho!



Oke oke, ini cuman opini pribadiku ya. Cuman kalau aku masuk ke akun sosial media seseorang. Aku bakalan menilai orang tersebut dari warna tone filter feedsnya, gaya pengambilan fotonya, konten apa dan gaya bahasa apa yang dia pilih (ya ini sebenernya cuman gambaran aja sih).

Tapi gaada salahnya kan kita mulai nyicil buat bebenah sosial media kita. Kalau menurutku sih, sosial media bisa kita jadiin portfolio juga lho! Apalagi buat kalian yang minat berkarir di bidang marketing creative, content writer atau sosial media.

Aku sebenernya punya sedikit (belum banyak) preset filters gratis kok yang mungkin bisa kalian coba atau atur - atur lagi. Kalau tertarik kalian bisa cek di sini yaa. Cara penggunaan preset bisa cek di YouTube ku yaa.


Oh iya jangan lupa buat komen di bawah kasih masukannya tentang preset ku yaa. Jangan lupa juga tag aku di Instagram (@syafirapotter) kalau kalian pake filter ku, jangan lupa follow juga inshallah aku bakalan follow back kok hihi

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In mental health

Hidup Damai dengan Mengenal Mindfulness


Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat di Indonesia akan kesehatan mental dan dengan munculnya banyak akun tentang mental health di sosial media. Mungkin sebagian dari kalian gerasa familiar sama kata “Mindfulness”. Apa kalian malah baru denger kata tersebut? Tenang sekarang membuka artikel pertama ku yang mungkin berbobot hehe. Aku bakalan bahas singkat tentang mindfulness.


Apa sih itu mindfulness? Nih kalau menurut ahlinya, mindfulness merupakan suatu keterampilan dalam memberikan perhatian dengan berfokus pada satu tujuan, saat ini, dan tidak menilai (Kabat-Zinn, 1990)


Hmm, jadi kalau aku simpulin itu kira - kira gini singkatnya. Mindfulness adalah suatu kondisi dimana kamu benar benar berada disaat ini dan menyadari apa yang kamu lakukan dan apa yng ada di depan kamu.

Nah jadi dengan bersikap mindfulness, kita jadi bisa benar - benar sadar dan fokus sama tugas yang lagi kita kerjain, tanpa gampang terganggu sama pikiran kita yg sering melayang kemana - mana.

Katanya juga nih, mindfulness membuat kita ga berlarut-larut mikirin masa lalu dan ga terus menerus melamun tentang keinginan di masa mendatang. Dengan mengenal mindfulness  akan menstimulus kita untuk terus berusaha mencapai target yang direncanakan. Tuh kan banyak banget hal manfaat yang didapetin dengan kita coba menerapkan mindfulness itu sendiri.

Terus gimana caranya supaya kita bisa mindfulness? Aku rangkum beberapa tipsnya nih. Yuk intip caranya! Jadi sebenernya simpel banget ada 3 contoh caranya nih.


1. Mindful Waking

Nah pas kita baru bangun tidur, cobain deh buat duduk dulu terus tarik napas dalam dalam. Terus coba tanya ke diri kita “apa sih atau aktivitas apa aja yang mau dilakukan hari ini?”

2. Makan dengan Menerapkan Mindful

Maksudnya gimana sih makan nerapin mindfulness? Coba deh kalian perhatiin seberapa laper kalian saat itu. Pas makan, coba buat fokus sama rasa, tekstur, wanginya makanan. Singkirin dulu tuh main hp atau nonton YouTube sambil makan.

3. Mindful pause 

Nah kalau yang ini jujur aku pribadi pun jarang banget dan kayanya masih susah buat nerapinnya. Apa sih mindful pause itu? Jadi mindful pause itu suatu jeda yang sengaja dilakukan sebelum melakukan aktivitas. Contohnya nih, sebelum kalian mulai kerja atau starting your activity kalian coba buat bernapas sebelum melakukan aktivitas. Sekarang kan banyak tuh aplikasi - aplikasi yang provide feature buat meditasi. Cocok kalian coba tuuh!

Nah itu tadi penjelasan singkat tentang mindfulness. Banyak kan manfaatnya kan? Karena sekarang udah mengenal Mindfulness, yuk cobain. Karena semakin dini kamu mendalami semakin besar loh manfaatnya. 

Jangan lupa share artikel ini ke orang terdekatmu yaa dan jangan lupa juga comment kalau ada isu - isu menarik yang mungkin next time bisa ku bahas di sini 😀

Referensi:
Kabat-Zinn, J. (1990). Full catastrophe living: Using the wisdom of your body and mind to face stress, pain, and illness. New York: Bantam Dell.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments